Jumat, 06 November 2015

SINOPSIS AFTER RAIN

Mungkin aku dibutakan oleh cinta,
sebab akalku dikacaukan olehmu.

Seberapa banyak pun aku meminta,
kau takkan memilihku.

Ini yang kau sebut CINTA?

Menunggumu bukan pilihan.
Izinkan aku meninggalkanmu, dengan serpihan hati yang tersisa.
Dan jika ternyata dia yang ada disana,
sama-sama menanggung keping-keping hati yang berhamburan, saat kami saling menyembuhkan,
Salahkah Aku? :")

EPISODE TERAKHIR DORAEMON

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

     Hm.. Udah 42 tahun Doraemon ditayangkan di Jepang (Di Indonesia, sudah 27 tahun). Dan, selama 27 tahun, kita nggak pernah menemukan ending dari kisah ini. Tentunya, kalian bertanya-tanya, gimana sih episode terakhir Doraemon? Ada atau enggak, sih?

     Oke! Well, sebenernya, ada beberapa kisah akhir dari Doraemon yang berhasil gue rangkum. Yap!

"HAPPY READING GAESS!!"



5. Autis

     Ending yang unpredictable, sekaligus mengecewakan. Dalam episode ini, dikisahkan Nobita adalah seorang anak yang mengidap autis. Seharian, ia hanya menghabiskan waktu di atas tempat tidur.

Lalu bagaimana dengan Doraemon?

Doraemon hanyalah tokoh imajinatif dari pikiran Nobita. Dan, semua seri yang ada dalam cerita Doraemon hanyalah imajinasi dari Nobita saja.

Ending ini mendapat banyak protes dari penggemar. Ya, iyalah, siapa juga yang nggak kecewa setelah menonton Doraemon bertahun-tahun, tetapi endingnya mengecewakan kayak gini.


4. Baterai Habis

Seperti cerita awal kebanyakan Doraemon, pada episode ini, dikisahkan Nobita pulang ke rumah sambil merengek-rengek ke Doraemon. Tetapi Doraemon hanya diam saja, dengan mata membuka.

Akhirnya, Nobita menelpon Dorami dan Dorami berkata bahwa beterai Doraemon sudah habis. Ada satu cara untuk menyadarkan Doraemon, yakni dengan mengganti baterainya. Tetapi jika cara ini dilakukan, Doraemon akan kehilangan semua ingatannya, termasuk Nobita.

Beberapa tahun kemudian, Nobita sudah dewasa. Ia lulus SMA dengan nilai terbaik mengalahkan Dekisugi. Ya, semenjak, Doraemon kehabisan baterai. Nobita mendadak berubah. Ia menjadi lebih diam dan kutubuku.

Dua puluh tahun kemudian, Dekisugi telah menjadi presiden Jepang. Nobita sudah memiliki kumis dan jenggot (saya agak pangling ketika lihat Nobita yang seperti ini. Kirain orang lain, hahaha.) Dikisahkan saat itu, Nobita membetulkan Doraemon dengan ilmunya. Nobita menambahkan dua telinga pada Doraemon, karena telinga adalah cadangan memori yang digunakan robot seperti Doraemon. Dengan menambahkan dua telinga, tentunya Doraemon tidak akan kehilangan ingatannya.

Saat itu, Nobita sedang berada di dalam ruangannya. Kemudian, Shizuka (dewasa) masuk, melihat Doraemon yang terbaring kaku di atas tempat tidur.


Tiba-tiba….

Doraemon sadar dan berkata, “Nobita, PR-mu sudah selesai belum?”

Nobita langsung memeluk Doraemon. Nobita menangis dan Doraemon tidak tahu apa-apa, yang ia tahu ia hanya tidur sebentar dan Nobita masih menjadi murid kelas 4 SD. So sweet ending.


3. Selamat Jalan, Doraemon

     Hello ends with a goodbye. Di mana ada pertemuan, di situ ada perpisahan. Ini pula yang terjadi pada Nobita dan Doraemon. Doraemon ingin pulang ke masa depan, entah kenapa. Nobita merengek-rengek pada Ayah dan Ibunya agar memaksa Doraemon untuk tetap tinggal, tapi Doraemon tetap ingin pulang.

Malam harinya, Nobita mengajak Doraemon untuk begadang sampai pagi. Lalu mereka keluar rumah di tengah malam. Doraemon mengaku ia tidak bisa meninggalkan Nobita karena khawatir bila Nobita dikerjain Giant.

Sewaktu mereka berada di luar rumah, Doraemon memisahkan dirinya dengan Nobita karena ia tak tahan menahan air matanya dan tak ingin Nobita melihatnya. Saat Nobita sudah sendiri, ia melihat Giant sedang mengigau. Saat Giant sadar, ia melihat Nobita sedang menahan tawa. Giant marah dan mengajak Nobita berkelahi. Perkelahian pun dimulai, dan seperti biasa Giant menang.

Tetapi Nobita tak ingin menyerah. Ia tak ingin Doraemon mengkhawatirkannya. Ia pun melawan Giant sampai babak belur, walau akhirnya ia menang.

Ketika mereka berkelahi, Doraemon datang dan melerainya. Mereka pun pulang. Doraemon membimbing Nobita yang babak belur. Dalam perjalanan, Nobita berkata, “Aku menang. Doraemon, kamu lihat kan? Aku bisa sendiri. Sekarang kamu bisa pulang dengan tenang, kan?”

Serius, bagian ini sangat sangat sangat mengharukan. Ditambah lagi, Doraemon tak bisa menghentikan tangisannya saat mendengar kata-kata itu.

Sesampai di rumah, masih di malam hari, Nobita tidur dan Doraemon menungguinya sambil menangis.

Pagi harinya, Nobita masih tertidur dan Doraemon sudah tidak ada.

Akhir dari kisah ini, Nobita berada di ruangannya. Sendiri. Kosong. Dan berpesan kepada Doraemon untuk tidak mengkhawatirkannya. :’)

Kalian bisa (dan harus) baca episode ini di komik Doraemon vol 6.


2. Pintu Ke Surga

     Ini ending paling mengharukan dan menyedihkan. Mungkin, kalau difilmkan, mata saya bakal sedikit berkaca-kaca, mengingat saya susah sekali menangis baik dalam nonton, baca, maupun menghadapi dunia nyata. :P

Oke, jadi diceritakan Nobita terjatuh dan kepalanya terbentur batu. Ia koma. Satu-satunya cara agar ia sembuh adalah operasi. Tetapi biayanya sangat mahal.

Alhasil, Doraemon menjual semua peralatan yang ada pada kantong ajaibnya. Operasi dilaksanakan, tetapi operasi gagal dilakukan.

Ada satu peralatan yang tidak dijual Doraemon, pintu ke mana saja. Pintu ke mana saja sengaja tidak dijual Doraemon supaya Nobita bisa berpergian ke mana pun yang ia mau. Tapi, pada akhirnya, Nobita ingin pergi ke surga. *merinding*


1. No Ending

     Ya, karena Doraemon sudah menjadi teman kita selama ini, akhirnya penerbit memutuskan untuk tidak membuat ending dari Doraemon. WOOOOOHOOOOO, Doraemon is our friend forever ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š๐Ÿ’

Kamis, 05 November 2015

YANG MANIS GA SELALU BAIK~

Banyak ya jaman sekarang, cowo yang deketin cewe sampe baper trus nembak cewe lalu mereka jadian  dan pada akhirnya si cowo pun mutusin ceweknya tanpa alasan๐Ÿ˜‚ hm miriss yaa?๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜„
Btw nih ada sedikit cerita gue dapetin dari salah satu sosmed. Haha ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Cowok: Aku mau minta putus sama kamu.
Cewek: Kenapa? 
Ada yg salah sama aku sampe kamu mau putus sama aku?
Cowok: Gpp
aku udah dapetin yg lebih baik dari kamu.
Cewek : Siapa orangnya? Siapa yg bisa gantiin aku dihati kamu?
Cowok: Ada
dia pokoknya lebih baik, lebih cantik, lebih segalanya apapun dari kamu. 
Aku bosen sama kamu, kamu terlalu cemburuan, kamu cengeng.
Cewek: Jadi itu?
Cowok: Iya emang itu.
Cewek: Gini ya, banyak di luar sana yg lebih baik, lebih ganteng, lebih perhatian, lebih sayang sama aku, lebih merhatiin aku, lebih segalanya apapun itu. 
Tapi apa? Aku lebih milih kamu dibandingkan mereka. 
Kamu suka bete sama orang terus yg kena aku, aku maklumin. 
Kamu suka asik main terus gak inget aku, aku maafin. 
Kamu gak ngabarin aku karena kamu sibuk dengan dunia kamu, aku ngertiin. 
Kita jarang ketemu dan berakhir selalu berantem, aku wajarin. 
Aku selalu ada buat kamu walaupun kamu nggak selalu ada buat aku, aku tetap senyum. 
Itu masih kurang buat kamu? Masih banyak yg lebih dari kamu tapi aku milih kamu, knp sekarang jadi kamu yg begitu? 
Kamu yg malah begini, aturan disini yg ngomong begitu aku kalo aku dari dulu bisa ngomong sama kamu, sayangnya aku gabisa karena aku terlalu sayang sma kamu. 
Terlalu susah ngeluarin kata kata yang ngebuat orang yg aku sayang kecewa.
Cowok: *diem*
Cewek: Yaudah kalo mau kamu putus, aku gabisa maksa buat orng sayang sma aku terus, buat orang jd milik aku terus. 
Dikehidupan ini emang selalu ada proses kan? Disaat nunggu pasti ada yg dtg, disaat ada yg dtg pasti ada yg pergi juga.
Cowok: Maafin aku.
Cewek: Aku selalu maafin kamu, sesalah apapun kamu ๐Ÿ˜Š
Cowok: Maafin aku maafin.
Cewek: Aku cuma mau bilang ke kamu,  saat nanti bisa aja org yg lo suka ninggalin lo demi orng yg dia sayang ๐Ÿ˜Š

Dunia berputar kan? Hehe. Jadi ga selamanya yang manis itu setia sama kita ๐Ÿ˜Š Keep going your life gaes! Cemangatttt ๐Ÿ™Œ 

PILIH NYAMAN? atau BAHAGIA?

Hallo Gaes!!
Em..Cari Pasangan, Kamu Pilih yang Bisa Bikin Nyaman atau Bahagia?



"Yang penting sih aku nyaman sama dia."
"Menurutku yang penting dalam hubungan itu kita bisa sama-sama bahagia."
Gaess, kalau kamu sendiri kalau cari pasangan, cari yang bisa bikin nyaman atau bahagia? Pertanyaan ini mungkin sedikit menjebak, ya. Wqwq
 Kebanyakan dari kita pasti ingin pasangan yang bisa bikin kita nyaman sekaligus bahagia. "Bukankah rasa bahagia bisa didapat kalau sudah nyaman?" Atau, "Rasa nyaman itu juga bisa diperoleh dari rasa bahagia, ya kan?"
Tapi kalau misal disuruh pilih salah satu nih, kamu lebih mengutamakan rasa nyaman atau bahagia dalam sebuah hubungan?
      Nyaman dan bahagia itu dua jenis perasaan yang meski sepintas sama ternyata bisa berbeda. Nggak percaya? Nih ikutinn  ke bawah ๐Ÿ‘‡๐Ÿป๐Ÿ‘‡
Nyaman Itu "Seperti Air yang Mengalir Tenang", Bahagia Itu "Seperti Percikan Kembang Api
Saat Nyaman", kita bisa merasa tenang. Hati akan terasa damai. Bersamanya akan menghapuskan semua kekecewaan dan rasa ragu dalam hatimu. Kamu juga tak merasa khawatir saat bersamanya.
      Saat bahagia, rasanya seperti ada percikan kembang api di dalam perasaanmu, semacam euforia yang membuat hatimu terus berbunga-bunga. Rasanya akan selalu ada kejutan yang menantimu. Kamu juga selalu mengharapkan berbagai hal lebih dengannya.
Nyaman Itu Merasa Aman, Bahagia Itu Merasa Penuh Petualangan
Kalau yang ini kamu setuju nggak? Bersama dengan orang yang bisa membuatmu nyaman, kamu bisa merasa aman. Sementara dengan orang yang bisa membuatmu bahagia, kamu merasakan sebuah petualangan.
      Perasaan nyaman dan bahagia, dua-duanya memang memberi rasa yang menyenangkan. Kalau kamu menemukan seseorang yang bisa memberimu salah satu atau kedua rasa itu, wah kamu benar-benar orang yang beruntung, Gaess.
Nyaman Bisa Membuatmu Merasa Cukup, Bahagia Bisa Menuntutmu Ingin Lebih
Saat nyaman, terkadang kita sudah merasa tidak mau kemana-mana lagi, serasa semuanya sudah cukup. Kita cenderung merasa tak mau berubah atau melakukan perubahan karena sudah berada di titik nyaman. Sementara kalau bahagia, kita biasanya akan cenderung mencari-cari yang lebih lagi, ingin makin tumbuh dan menemukan hal-hal baru yang lebih menantang.
Sekarang, kalau kamu sendiri, lebih memilih pasangan yang bisa bikin kamu nyaman atau bahagia? 

Kalau perlu sih penginnya bisa punya pasangan yang bisa bikin nyaman sekaligus bahagia, ya nggak? ๐Ÿ˜„

Oke. Tengs udah mau baca yaa gaes semoga bermanfaat ⛄

Rabu, 14 Oktober 2015

TAHUN BARU HIJRIYAH

Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut.
Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram
Dalam agama ini, bulan Muharram (dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro), merupakan salah satu di antara empat bulan yang dinamakan bulan haram. Lihatlah firman Allah Ta’ala berikut.
ุฅِู†َّ ุนِุฏَّุฉَ ุงู„ุดُّู‡ُูˆุฑِ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงุซْู†َุง ุนَุดَุฑَ ุดَู‡ْุฑًุง ูِูŠ ูƒِุชَุงุจِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ ู…ِู†ْู‡َุง ุฃَุฑْุจَุนَุฉٌ ุญُุฑُู…ٌ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ุฏِّูŠู†ُ ุงู„ْู‚َูŠِّู…ُ ูَู„َุง ุชَุธْู„ِู…ُูˆุง ูِูŠู‡ِู†َّ ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Ibnu Rajab mengatakan, ”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perputaran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.”[1]
Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ุงู„ุฒَّู…َุงู†ُ ู‚َุฏِ ุงุณْุชَุฏَุงุฑَ ูƒَู‡َูŠْุฆَุชِู‡ِ ูŠَูˆْู…َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ุณَّู…َูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ุฃَุฑْุถَ ، ุงู„ุณَّู†َุฉُ ุงุซْู†َุง ุนَุดَุฑَ ุดَู‡ْุฑًุง ، ู…ِู†ْู‡َุง ุฃَุฑْุจَุนَุฉٌ ุญُุฑُู…ٌ ، ุซَู„ุงَุซَุฉٌ ู…ُุชَูˆَุงู„ِูŠَุงุชٌ ุฐُูˆ ุงู„ْู‚َุนْุฏَุฉِ ูˆَุฐُูˆ ุงู„ْุญِุฌَّุฉِ ูˆَุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ُ ، ูˆَุฑَุฌَุจُ ู…ُุถَุฑَ ุงู„َّุฐِู‰ ุจَูŠْู†َ ุฌُู…َุงุฏَู‰ ูˆَุดَุนْุจَุงู†َ
Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”[2]
Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.  Oleh karena itu bulan Muharram termasuk bulan haram.
Di Balik Bulan Haram
Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna.
Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”[3]
Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”
Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.”[4]
Bulan Muharram adalah Syahrullah (Bulan Allah)
Suri tauladan dan panutan kita, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ุฃَูْุถَู„ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ِ ุจَุนْุฏَ ุฑَู…َุถَุงู†َ ุดَู‡ْุฑُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ْู…ُุญَุฑَّู…ُ ูˆَุฃَูْุถَู„ُ ุงู„ุตَّู„ุงَุฉِ ุจَุนْุฏَ ุงู„ْูَุฑِูŠุถَุฉِ ุตَู„ุงَุฉُ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”[5]
Bulan Muharram betul-betul istimewa karena disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan pada lafazh jalalah Allah. Karena disandarkannya bulan ini pada lafazh jalalah Allah, inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya.[6]
Perkataan yang sangat bagus dari As Zamakhsyari, kami nukil dari Faidhul Qodir (2/53), beliau rahimahullahmengatakan, ”Bulan Muharram ini disebut syahrullah (bulan Allah), disandarkan pada lafazh jalalah ’Allah’ untuk menunjukkan mulia dan agungnya bulan tersebut, sebagaimana pula kita menyebut ’Baitullah’ (rumah Allah) atau ’Alullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya, ini menunjukkan adanya keutamaan pada bulan tersebut. Bulan Muharram inilah yang menggunakan nama Islami. Nama bulan ini sebelumnya adalah Shofar Al Awwal. Bulan lainnya masih menggunakan nama Jahiliyah, sedangkan bulan inilah yang memakai nama islami dan disebut Muharram. Bulan ini adalah seutama-utamanya bulan untuk berpuasa penuh setelah bulan Ramadhan. Adapun melakukan puasa tathowwu’ (puasa sunnah) pada sebagian bulan, maka itu masih lebih utama daripada melakukan puasa sunnah pada sebagian hari seperti pada hari Arofah dan 10 Muharram. Inilah yang disebutkan oleh Ibnu Rojab. Bulan Muharram memiliki keistimewaan demikian karena bulan ini adalah bulan pertama dalam setahun dan pembuka tahun.”[7]
Al Hafizh Abul Fadhl Al ’Iroqiy mengatakan dalam Syarh Tirmidzi, ”Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah), padahal semua bulan adalah milik Allah?”
Beliau rahimahullah menjawab, ”Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun. Bulan ini disandarkan pada Allah (sehingga disebut syahrullah atau bulan Allah, pen) untuk menunjukkan istimewanya bulan ini. Dan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta’ala kecuali bulan Allah (yaitu Muharram).[8]
Dengan melihat penjelasan Az Zamakhsyari dan Abul Fadhl Al ’Iroqiy di atas, jelaslah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang sangat utama dan istimewa.
Menyambut Tahun Baru Hijriyah
Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah, maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan?
Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat,
ู„َูˆْ ูƒَุงู†َ ุฎَูŠุฑْุงً ู„َุณَุจَู‚ُูˆْู†َุง ุฅِู„َูŠْู‡ِ
Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.”[9]Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.[10]
Sejauh yang kami tahu, tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Dan kadang amalan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dalam menyambut tahun baru Hijriyah adalah amalan yang tidak ada tuntunannya karena sama sekali tidak berdasarkan dalil atau jika ada dalil, dalilnya pun lemah.
Amalan Keliru dalam Menyambut Awal Tahun Hijriyah
Amalan Pertama: Do’a awal dan akhir tahun
Amalan seperti ini sebenarnya tidak ada tuntunannya sama sekali. Amalan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in dan ulama-ulama besar lainnya. Amalan ini juga tidak kita temui pada kitab-kitab hadits atau musnad. Bahkan amalan do’a ini hanyalah karangan para ahli ibadah yang tidak mengerti hadits.
Yang lebih parah lagi, fadhilah atau keutamaan do’a ini sebenarnya tidak berasal dari wahyu sama sekali, bahkan yang membuat-buat hadits tersebut telah berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya.
Jadi mana mungkin amalan seperti ini diamalkan.[11]
Amalan kedua: Puasa awal dan akhir tahun
Sebagian orang ada yang mengkhsuskan puasa dalam di akhir bulan Dzulhijah dan awal tahun Hijriyah. Inilah puasa yang dikenal dengan puasa awal dan akhir tahun. Dalil yang digunakan adalah berikut ini.
ู…َู†ْ ุตَุงู…َ ุขุฎِุฑَ ูŠَูˆْู…ٍ ู…ِู†ْ ุฐِูŠ ุงู„ุญِุฌَّุฉِ ، ูˆَุฃَูˆَّู„ِ ูŠَูˆْู…ٍ ู…ِู†َ ุงู„ู…ُุญَุฑَّู…ِ ูَู‚َุฏْ ุฎَุชَู…َ ุงู„ุณَّู†َุฉَ ุงู„ู…َุงุถِูŠَุฉَ ุจِุตَูˆْู…ٍ ، ูˆَุงูْุชَุชَุญَ ุงู„ุณَّู†َุฉُ ุงู„ู…ُุณْุชَู‚ْุจِู„َุฉُ ุจِุตَูˆْู…ٍ ، ุฌَุนَู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ู„َู‡ُ ูƒَูَุงุฑَุฉٌ ุฎَู…ْุณِูŠْู†َ ุณَู†َุฉً
“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharrom, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta’ala menjadikan kaffarot/tertutup dosanya selama 50 tahun.”
Lalu bagaimana penilaian ulama pakar hadits mengenai riwayat di atas:
  1. Adz Dzahabi dalam Tartib Al Mawdhu’at (181)  mengatakan bahwa Al Juwaibari dan gurunya –Wahb bin Wahb- yang meriwayatkan hadits ini termasuk pemalsu hadits.
  2. Asy Syaukani dalam Al Fawa-id Al Majmu’ah (96) mengatan bahwa ada dua perowi yang pendusta yang meriwayatkan hadits ini.
  3. Ibnul Jauzi dalam Mawdhu’at (2/566) mengatakan bahwa Al Juwaibari dan Wahb yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang pendusta dan pemalsu hadits.[12]
Kesimpulannya hadits yang menceritakan keutamaan puasa awal dan akhir tahun adalah hadits yang lemah yang tidak bisa dijadikan dalil dalam amalan. Sehingga tidak perlu mengkhususkan puasa pada awal dan akhir tahun karena haditsnya jelas-jelas lemah.
Amalan Ketiga: Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah
Merayakan tahun baru hijriyah dengan pesta kembang api, mengkhususkan dzikir jama’i, mengkhususkan shalat tasbih, mengkhususkan pengajian tertentu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah, menyalakan lilin, atau  membuat pesta makan, jelas adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya. Karena penyambutan tahun hijriyah semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, para sahabat lainnya, para tabi’in dan para ulama sesudahnya. Yang memeriahkan tahun baru hijriyah sebenarnya hanya ingin menandingi tahun baru masehi yang dirayakan oleh Nashrani. Padahal perbuatan semacam ini jelas-jelas telah menyerupai mereka (orang kafir). Secara gamblang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู…َู†ْ ุชَุดَุจَّู‡َ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ูَู‡ُูˆَ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”[13]
Penutup
Menyambut tahun baru hijriyah bukanlah dengan memperingatinya dan memeriahkannya. Namun yang harus kita ingat adalah dengan bertambahnya waktu, maka semakin dekat pula kematian.
Sungguh hidup di dunia hanyalah sesaat dan semakin bertambahnya waktu kematian pun semakin dekat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู…َุง ู„ِู‰ ูˆَู…َุง ู„ِู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู…َุง ุฃَู†َุง ูِู‰ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„ุงَّ ูƒَุฑَุงูƒِุจٍ ุงุณْุชَุธَู„َّ ุชَุญْุชَ ุดَุฌَุฑَุฉٍ ุซُู…َّ ุฑَุงุญَ ูˆَุชَุฑَูƒَู‡َุง
Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia tidak lain seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.[14]
Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanya memiliki beberapa hari. Tatkala satu hari hilang, akan hilang pula sebagian darimu.”[15]
Semoga Allah memberi kekuatan di tengah keterasingan. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

- semoga bermanfaat -

sumber : www.rumaysho.com

Selasa, 13 Oktober 2015

Long Distance Relationship

         Katanya, cinta membuat semua hal menjadi indah. Namun, bagaimana bagi pasangan Long Distance Relationship (LDR) ? Emang ngga mudah ketika cinta dipisahkan jarak. Rasa kangen yang menumpuk, kesalahpahaman yang terjadi, rasa percaya yang terus diuji, dan semua usaha yang dilakukan buat jaga hubungan itu.
Yap, banyak yang nyerah karena terpisahkan jarah, tapi kalau kamu percaya kekuatan cinta, semuanya bukan halangan!

Oke gimana sih caranya biar LDR itu awet?
Kalau formalnya sih Jujur, Setia, Jaga Hati, Kepercayaan, dan Komitmen. Tapi kalau bagi kita sendiri ini tips nya :
  1. terbuka dalam berbagai hal, jadi nggak ada yang di tutup-tutupin
  2. kalau misalnya salah satu kita marahan, kita berusaha saling minta maaf duluan, walaupun yang salah si doi atau kita, harus ada yang minta maaf duluan, kalau udah maaf-maafan berasa lebaran yea haha dan suasana reda, baru di omongin deh baik-baik dengan kepala dingin. 
  3. selalu update gaes, bukan update status FB/BBM lho, maksudnya kita selalu update sms dia, telp dia, tanya kabar tentang dia ke temennya mungkin(?) walaupun itu nggak penting, dan mengesankan berlebihan atau bisa juga dikatain lebay, tapi dengan itu dia atau kita merasa tau kemanapun, dimanapun kita dan dia berada. seolah-olah kita bareng dia ^^
  4. satu lagi, selalu cepet-cepet isi pulsa kalo pulsa abis haha
Dan intinya, LDR itu sederhana ''Jangan dengarkan apa yang mereka katakan tentangku, mereka tak tahu apa-apa, kau yang tau semuanya'' @LongDistance_R