Jumat, 06 November 2015

SINOPSIS AFTER RAIN

Mungkin aku dibutakan oleh cinta,
sebab akalku dikacaukan olehmu.

Seberapa banyak pun aku meminta,
kau takkan memilihku.

Ini yang kau sebut CINTA?

Menunggumu bukan pilihan.
Izinkan aku meninggalkanmu, dengan serpihan hati yang tersisa.
Dan jika ternyata dia yang ada disana,
sama-sama menanggung keping-keping hati yang berhamburan, saat kami saling menyembuhkan,
Salahkah Aku? :")

EPISODE TERAKHIR DORAEMON

πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

     Hm.. Udah 42 tahun Doraemon ditayangkan di Jepang (Di Indonesia, sudah 27 tahun). Dan, selama 27 tahun, kita nggak pernah menemukan ending dari kisah ini. Tentunya, kalian bertanya-tanya, gimana sih episode terakhir Doraemon? Ada atau enggak, sih?

     Oke! Well, sebenernya, ada beberapa kisah akhir dari Doraemon yang berhasil gue rangkum. Yap!

"HAPPY READING GAESS!!"



5. Autis

     Ending yang unpredictable, sekaligus mengecewakan. Dalam episode ini, dikisahkan Nobita adalah seorang anak yang mengidap autis. Seharian, ia hanya menghabiskan waktu di atas tempat tidur.

Lalu bagaimana dengan Doraemon?

Doraemon hanyalah tokoh imajinatif dari pikiran Nobita. Dan, semua seri yang ada dalam cerita Doraemon hanyalah imajinasi dari Nobita saja.

Ending ini mendapat banyak protes dari penggemar. Ya, iyalah, siapa juga yang nggak kecewa setelah menonton Doraemon bertahun-tahun, tetapi endingnya mengecewakan kayak gini.


4. Baterai Habis

Seperti cerita awal kebanyakan Doraemon, pada episode ini, dikisahkan Nobita pulang ke rumah sambil merengek-rengek ke Doraemon. Tetapi Doraemon hanya diam saja, dengan mata membuka.

Akhirnya, Nobita menelpon Dorami dan Dorami berkata bahwa beterai Doraemon sudah habis. Ada satu cara untuk menyadarkan Doraemon, yakni dengan mengganti baterainya. Tetapi jika cara ini dilakukan, Doraemon akan kehilangan semua ingatannya, termasuk Nobita.

Beberapa tahun kemudian, Nobita sudah dewasa. Ia lulus SMA dengan nilai terbaik mengalahkan Dekisugi. Ya, semenjak, Doraemon kehabisan baterai. Nobita mendadak berubah. Ia menjadi lebih diam dan kutubuku.

Dua puluh tahun kemudian, Dekisugi telah menjadi presiden Jepang. Nobita sudah memiliki kumis dan jenggot (saya agak pangling ketika lihat Nobita yang seperti ini. Kirain orang lain, hahaha.) Dikisahkan saat itu, Nobita membetulkan Doraemon dengan ilmunya. Nobita menambahkan dua telinga pada Doraemon, karena telinga adalah cadangan memori yang digunakan robot seperti Doraemon. Dengan menambahkan dua telinga, tentunya Doraemon tidak akan kehilangan ingatannya.

Saat itu, Nobita sedang berada di dalam ruangannya. Kemudian, Shizuka (dewasa) masuk, melihat Doraemon yang terbaring kaku di atas tempat tidur.


Tiba-tiba….

Doraemon sadar dan berkata, “Nobita, PR-mu sudah selesai belum?”

Nobita langsung memeluk Doraemon. Nobita menangis dan Doraemon tidak tahu apa-apa, yang ia tahu ia hanya tidur sebentar dan Nobita masih menjadi murid kelas 4 SD. So sweet ending.


3. Selamat Jalan, Doraemon

     Hello ends with a goodbye. Di mana ada pertemuan, di situ ada perpisahan. Ini pula yang terjadi pada Nobita dan Doraemon. Doraemon ingin pulang ke masa depan, entah kenapa. Nobita merengek-rengek pada Ayah dan Ibunya agar memaksa Doraemon untuk tetap tinggal, tapi Doraemon tetap ingin pulang.

Malam harinya, Nobita mengajak Doraemon untuk begadang sampai pagi. Lalu mereka keluar rumah di tengah malam. Doraemon mengaku ia tidak bisa meninggalkan Nobita karena khawatir bila Nobita dikerjain Giant.

Sewaktu mereka berada di luar rumah, Doraemon memisahkan dirinya dengan Nobita karena ia tak tahan menahan air matanya dan tak ingin Nobita melihatnya. Saat Nobita sudah sendiri, ia melihat Giant sedang mengigau. Saat Giant sadar, ia melihat Nobita sedang menahan tawa. Giant marah dan mengajak Nobita berkelahi. Perkelahian pun dimulai, dan seperti biasa Giant menang.

Tetapi Nobita tak ingin menyerah. Ia tak ingin Doraemon mengkhawatirkannya. Ia pun melawan Giant sampai babak belur, walau akhirnya ia menang.

Ketika mereka berkelahi, Doraemon datang dan melerainya. Mereka pun pulang. Doraemon membimbing Nobita yang babak belur. Dalam perjalanan, Nobita berkata, “Aku menang. Doraemon, kamu lihat kan? Aku bisa sendiri. Sekarang kamu bisa pulang dengan tenang, kan?”

Serius, bagian ini sangat sangat sangat mengharukan. Ditambah lagi, Doraemon tak bisa menghentikan tangisannya saat mendengar kata-kata itu.

Sesampai di rumah, masih di malam hari, Nobita tidur dan Doraemon menungguinya sambil menangis.

Pagi harinya, Nobita masih tertidur dan Doraemon sudah tidak ada.

Akhir dari kisah ini, Nobita berada di ruangannya. Sendiri. Kosong. Dan berpesan kepada Doraemon untuk tidak mengkhawatirkannya. :’)

Kalian bisa (dan harus) baca episode ini di komik Doraemon vol 6.


2. Pintu Ke Surga

     Ini ending paling mengharukan dan menyedihkan. Mungkin, kalau difilmkan, mata saya bakal sedikit berkaca-kaca, mengingat saya susah sekali menangis baik dalam nonton, baca, maupun menghadapi dunia nyata. :P

Oke, jadi diceritakan Nobita terjatuh dan kepalanya terbentur batu. Ia koma. Satu-satunya cara agar ia sembuh adalah operasi. Tetapi biayanya sangat mahal.

Alhasil, Doraemon menjual semua peralatan yang ada pada kantong ajaibnya. Operasi dilaksanakan, tetapi operasi gagal dilakukan.

Ada satu peralatan yang tidak dijual Doraemon, pintu ke mana saja. Pintu ke mana saja sengaja tidak dijual Doraemon supaya Nobita bisa berpergian ke mana pun yang ia mau. Tapi, pada akhirnya, Nobita ingin pergi ke surga. *merinding*


1. No Ending

     Ya, karena Doraemon sudah menjadi teman kita selama ini, akhirnya penerbit memutuskan untuk tidak membuat ending dari Doraemon. WOOOOOHOOOOO, Doraemon is our friend forever πŸ˜πŸ˜ŠπŸ’

Kamis, 05 November 2015

YANG MANIS GA SELALU BAIK~

Banyak ya jaman sekarang, cowo yang deketin cewe sampe baper trus nembak cewe lalu mereka jadian  dan pada akhirnya si cowo pun mutusin ceweknya tanpa alasanπŸ˜‚ hm miriss yaa?πŸ˜‚πŸ˜„
Btw nih ada sedikit cerita gue dapetin dari salah satu sosmed. Haha πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

Cowok: Aku mau minta putus sama kamu.
Cewek: Kenapa? 
Ada yg salah sama aku sampe kamu mau putus sama aku?
Cowok: Gpp
aku udah dapetin yg lebih baik dari kamu.
Cewek : Siapa orangnya? Siapa yg bisa gantiin aku dihati kamu?
Cowok: Ada
dia pokoknya lebih baik, lebih cantik, lebih segalanya apapun dari kamu. 
Aku bosen sama kamu, kamu terlalu cemburuan, kamu cengeng.
Cewek: Jadi itu?
Cowok: Iya emang itu.
Cewek: Gini ya, banyak di luar sana yg lebih baik, lebih ganteng, lebih perhatian, lebih sayang sama aku, lebih merhatiin aku, lebih segalanya apapun itu. 
Tapi apa? Aku lebih milih kamu dibandingkan mereka. 
Kamu suka bete sama orang terus yg kena aku, aku maklumin. 
Kamu suka asik main terus gak inget aku, aku maafin. 
Kamu gak ngabarin aku karena kamu sibuk dengan dunia kamu, aku ngertiin. 
Kita jarang ketemu dan berakhir selalu berantem, aku wajarin. 
Aku selalu ada buat kamu walaupun kamu nggak selalu ada buat aku, aku tetap senyum. 
Itu masih kurang buat kamu? Masih banyak yg lebih dari kamu tapi aku milih kamu, knp sekarang jadi kamu yg begitu? 
Kamu yg malah begini, aturan disini yg ngomong begitu aku kalo aku dari dulu bisa ngomong sama kamu, sayangnya aku gabisa karena aku terlalu sayang sma kamu. 
Terlalu susah ngeluarin kata kata yang ngebuat orang yg aku sayang kecewa.
Cowok: *diem*
Cewek: Yaudah kalo mau kamu putus, aku gabisa maksa buat orng sayang sma aku terus, buat orang jd milik aku terus. 
Dikehidupan ini emang selalu ada proses kan? Disaat nunggu pasti ada yg dtg, disaat ada yg dtg pasti ada yg pergi juga.
Cowok: Maafin aku.
Cewek: Aku selalu maafin kamu, sesalah apapun kamu 😊
Cowok: Maafin aku maafin.
Cewek: Aku cuma mau bilang ke kamu,  saat nanti bisa aja org yg lo suka ninggalin lo demi orng yg dia sayang 😊

Dunia berputar kan? Hehe. Jadi ga selamanya yang manis itu setia sama kita 😊 Keep going your life gaes! Cemangatttt πŸ™Œ 

PILIH NYAMAN? atau BAHAGIA?

Hallo Gaes!!
Em..Cari Pasangan, Kamu Pilih yang Bisa Bikin Nyaman atau Bahagia?



"Yang penting sih aku nyaman sama dia."
"Menurutku yang penting dalam hubungan itu kita bisa sama-sama bahagia."
Gaess, kalau kamu sendiri kalau cari pasangan, cari yang bisa bikin nyaman atau bahagia? Pertanyaan ini mungkin sedikit menjebak, ya. Wqwq
 Kebanyakan dari kita pasti ingin pasangan yang bisa bikin kita nyaman sekaligus bahagia. "Bukankah rasa bahagia bisa didapat kalau sudah nyaman?" Atau, "Rasa nyaman itu juga bisa diperoleh dari rasa bahagia, ya kan?"
Tapi kalau misal disuruh pilih salah satu nih, kamu lebih mengutamakan rasa nyaman atau bahagia dalam sebuah hubungan?
      Nyaman dan bahagia itu dua jenis perasaan yang meski sepintas sama ternyata bisa berbeda. Nggak percaya? Nih ikutinn  ke bawah πŸ‘‡πŸ»πŸ‘‡
Nyaman Itu "Seperti Air yang Mengalir Tenang", Bahagia Itu "Seperti Percikan Kembang Api
Saat Nyaman", kita bisa merasa tenang. Hati akan terasa damai. Bersamanya akan menghapuskan semua kekecewaan dan rasa ragu dalam hatimu. Kamu juga tak merasa khawatir saat bersamanya.
      Saat bahagia, rasanya seperti ada percikan kembang api di dalam perasaanmu, semacam euforia yang membuat hatimu terus berbunga-bunga. Rasanya akan selalu ada kejutan yang menantimu. Kamu juga selalu mengharapkan berbagai hal lebih dengannya.
Nyaman Itu Merasa Aman, Bahagia Itu Merasa Penuh Petualangan
Kalau yang ini kamu setuju nggak? Bersama dengan orang yang bisa membuatmu nyaman, kamu bisa merasa aman. Sementara dengan orang yang bisa membuatmu bahagia, kamu merasakan sebuah petualangan.
      Perasaan nyaman dan bahagia, dua-duanya memang memberi rasa yang menyenangkan. Kalau kamu menemukan seseorang yang bisa memberimu salah satu atau kedua rasa itu, wah kamu benar-benar orang yang beruntung, Gaess.
Nyaman Bisa Membuatmu Merasa Cukup, Bahagia Bisa Menuntutmu Ingin Lebih
Saat nyaman, terkadang kita sudah merasa tidak mau kemana-mana lagi, serasa semuanya sudah cukup. Kita cenderung merasa tak mau berubah atau melakukan perubahan karena sudah berada di titik nyaman. Sementara kalau bahagia, kita biasanya akan cenderung mencari-cari yang lebih lagi, ingin makin tumbuh dan menemukan hal-hal baru yang lebih menantang.
Sekarang, kalau kamu sendiri, lebih memilih pasangan yang bisa bikin kamu nyaman atau bahagia? 

Kalau perlu sih penginnya bisa punya pasangan yang bisa bikin nyaman sekaligus bahagia, ya nggak? πŸ˜„

Oke. Tengs udah mau baca yaa gaes semoga bermanfaat ⛄